BREAKING NEWS

PDM Sidoarjo Resmi Buka Diklat Jaya Melati 1 Hizbul Wathan di Prigen

Sekretaris PDM Sidoarjo Burhanudin membuka secara resmi Diklat Jaya Melati 1 Hizbul Wathon Kwarda Sidoarjo (Zulkifli)

PASURUAN — Semangat kaderisasi dan penguatan karakter keislaman kembali diteguhkan melalui kegiatan kepanduan. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sidoarjo secara resmi membuka Pendidikan dan Latihan (Diklat) Jaya Melati 1 Hizbul Wathan Kwartir Daerah Sidoarjo di kawasan Prigen, Pasuruan, Jawa Timur.

Pembukaan kegiatan yang digelar secara luring di Aula Hotel Permata Biru itu dilakukan oleh Sekretaris PDM Sidoarjo, H. Burhanuddin S.Thi., M.Pd.I., pada Jumat (6/2/2025), dan akan berlangsung hingga Minggu (8/2/2025).


Sebanyak 112 peserta mengikuti diklat tersebut. Mereka berasal dari beragam latar belakang, mulai dari guru-guru Amal Usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah (AUM/A) jenjang TK hingga SMA, hingga siswa dan mahasiswa yang selama ini berperan sebagai pelatih kepanduan di sekolah masing-masing.

Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan lintas generasi dalam satu semangat yang sama yakni memperkuat peran Hizbul Wathan sebagai gerakan kepanduan Islam yang berakar pada nilai dakwah dan kebangsaan.

Sekretaris PDM Sidoarjo Burhanudin SThi, M.Pdi berfoto bersama dengan peserta Diklat Jaya Melati 1 Kwarda HW Sidoarjo (Zulkifli)

Turut hadir dalam pembukaan, Wakil Ketua PDM Sidoarjo Bidang Dakwah, Imam Mahfudzi, yang memberikan penguatan materi Kemuhammadiyahan. Hadir pula jajaran Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sidoarjo, antara lain Sekretaris PDA Ade Affianti, Bendahara PDA Zakia Batati, Wigatiningsih M.Pd, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Abdul Kohar, serta Sekretaris Majelis Dikdasmen Syaifullah.


Dalam sambutannya, Burhanuddin menegaskan bahwa kepanduan Hizbul Wathan tidak semata-mata berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis atau fisik. Lebih dari itu, kepanduan merupakan sarana pembinaan karakter, penguatan akidah, serta penanaman akhlak mulia bagi generasi muda.

“Kepanduan bukan hanya melatih keterampilan fisik, tetapi juga menanamkan nilai dakwah, ilmu, dan tajdid. Hizbul Wathan harus menjadi media pembinaan akidah yang lurus dan akhlak yang mulia,” kata Burhanuddin.

Ia juga mendorong para peserta untuk menjadikan diklat ini sebagai ruang refleksi diri sekaligus bekal dalam menjalankan peran sebagai pembina dan pendidik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Dari kegiatan ini diharapkan lahir pembina-pembina yang unggul, yang mampu membangun karakter generasi muda, menanamkan nilai keislaman, serta memperkuat peran Hizbul Wathan sebagai gerakan dakwah dan kaderisasi,” ujarnya.
Melalui Diklat Jaya Melati 1 ini, PDM Sidoarjo berharap kualitas pembina Hizbul Wathan semakin meningkat, seiring dengan tantangan zaman yang kian kompleks. Kepanduan pun diharapkan tetap relevan sebagai wahana pembentukan karakter islami, nasionalisme, dan penguatan kader persyarikatan di Kabupaten Sidoarjo.(*)


Penulis : Zulkifli
Editor : Succonet
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar