Kwarda Hizbul Wathon Sidoarjo Gelar Diklat Jaya Melati I, Diikuti 112 Calon Pelatih
0 menit baca
Ketua Kwarda HW Sidoarjo Ramanda M. Jamil, S.E, MM memberi sambutan dalam pembukaan Diklat Jaya melati 1 (Zulkifli) |
PASURUAN – Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathon Kabupaten Sidoarjo sukses menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Jaya Melati I bagi calon pelatih qabilah. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari dengan sistem kombinasi daring dan luring.
Pelaksanaan diklat daring dilaksanakan pada 26–29 Februari 2026, sedangkan pertemuan luring digelar pada 6–8 Februari 2026 yang dipusatkan di Aula Hotel Permata Biru, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Ketua Panitia Diklat Jaya Melati I, Abdul Muiz Henggar, mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 112 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur, termasuk peserta terjauh dari Kabupaten Jombang. Adapun jumlah panitia pelaksana sebanyak 13 orang.
“Diklat ini diikuti 112 peserta. Antusiasme cukup tinggi, bahkan ada peserta yang datang dari luar Kabupaten Sidoarjo,” ujar Abdul Muiz saat dikonfirmasi, Jumat (6/2/2026).
Ia mengakui bahwa dalam pelaksanaan kegiatan terdapat sejumlah kendala, terutama terkait koordinasi panitia yang memiliki latar belakang usia dan kesibukan yang beragam.
“Kendala utama ada pada komunikasi lintas generasi, perbedaan pemahaman teknologi, serta keterbatasan waktu karena sebagian panitia memiliki tanggung jawab pekerjaan di luar organisasi,” ujarnya.
Meski demikian, panitia berupaya mencari solusi dengan mengedepankan etika, saling menghormati antara panitia muda dan senior, serta menyesuaikan pola koordinasi agar tetap efektif.
Abdul Muiz berharap Diklat Jaya Melati I dapat menjadi langkah strategis dalam mencetak pelatih Hizbul Wathon yang terverifikasi dan kompeten, khususnya untuk jenjang usia dini hingga tingkat qabilah.
“Kegiatan ini sejalan dengan instruksi Kwartir Wilayah untuk membentuk seribu pelatih. Kami berharap para peserta dapat menjadi pelatih yang solid dan profesional, terutama di tingkat TK dan SD,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Hizbul Wathon Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Jamil, SE, MM, dalam sambutan pembukaan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap para peserta yang telah menyelesaikan Diklat Jaya Melati I dapat melanjutkan ke jenjang Diklat Jaya Melati II.
“Kami sangat bangga Kwarda Sidoarjo mampu menunjukkan eksistensinya melalui kegiatan ini. Harapannya, peserta tidak berhenti di Jaya Melati I, tetapi terus berproses hingga jenjang berikutnya,” ujar Ramanda M. Jamil.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia yang didominasi kalangan muda serta kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Dikdasmen, dan PAUD Dasmen Pimpinan Daerah Aisyiyah Sidoarjo atas dukungan dan kehadirannya.
Jamil mengakui masih terdapat sejumlah sekolah yang belum dapat mengikuti Diklat Jaya Melati I karena keterbatasan kuota dan penutupan pendaftaran.
“Sejak jauh hari kami telah menginstruksikan setiap amal usaha pendidikan mengirimkan minimal dua utusan. Namun karena banyak yang terlambat mendaftar, terpaksa kami tutup. Insya Allah akan dibuka Diklat Jaya Melati I periode kedua,” katanya.
Ia optimistis Kwarda Hizbul Wathon Sidoarjo mampu menyelenggarakan Diklat Jaya Melati I dan II secara berkelanjutan, mengingat telah memiliki pelatih berlevel nasional.
“Kami memiliki sumber daya pelatih nasional seperti Ramanda Ernam, Bunda Muharti, Ramanda Yusuf, dan Ramanda Gunawan. Ini menjadi modal penting bagi pengembangan Hizbul Wathon di Sidoarjo,” ujarnya.
Di akhir sambutan, Jamil menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelayanan selama kegiatan berlangsung.
“Kami mohon maaf jika dalam penyambutan, fasilitas, maupun hidangan masih terdapat kekurangan. Semoga kegiatan ini tetap memberikan manfaat dan kesan yang baik bagi seluruh peserta,” pungkasnya. (*)
Penulis : Zulkifli
Editor :