Dokter Ingatkan Riwayat Keluarga Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Hipertensi
JAKARTA – Tenaga medis mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan riwayat penyakit dalam keluarga, karena faktor tersebut dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit jantung maupun hipertensi di kemudian hari.
Dokter menyebutkan bahwa riwayat keluarga merupakan salah satu faktor risiko yang tidak dapat diubah, berbeda dengan pola makan, aktivitas fisik, atau kebiasaan merokok yang masih bisa dikendalikan. Seseorang yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan riwayat penyakit jantung atau tekanan darah tinggi memiliki peluang lebih besar mengalami kondisi serupa.
Menurut penjelasan medis, faktor genetik berperan dalam memengaruhi kondisi pembuluh darah, metabolisme lemak, hingga respons tubuh terhadap tekanan darah. Karena itu, individu dengan riwayat keluarga penyakit kardiovaskular dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sejak usia lebih muda dibandingkan mereka yang tidak memiliki faktor risiko tersebut.
Dokter juga menekankan bahwa meskipun risiko genetik tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, dampaknya masih bisa ditekan melalui gaya hidup sehat. Mengatur pola makan, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta menghindari rokok dan konsumsi alkohol berlebihan dapat membantu menurunkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung dan hipertensi.
Selain itu, deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah dinilai penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius seperti serangan jantung, stroke, atau gagal jantung. Langkah pencegahan ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan setelah penyakit berkembang.
Penyakit jantung dan hipertensi sendiri masih menjadi penyebab kematian tertinggi di banyak negara, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, kesadaran terhadap faktor risiko sejak dini, termasuk riwayat kesehatan keluarga, dinilai sebagai bagian penting dari upaya pencegahan penyakit tidak menular.
