BREAKING NEWS

Ukur Dampak Ekonomi Pendidikan Filantropi GREAT Edunesia Dompet Dhuafa & INCEIF University Malaysia Jalin Riset Internasional

Ukur Dampak Ekonomi Pendidikan Filantropi
GREAT Edunesia Dompet Dhuafa & INCEIF University Malaysia Jalin Riset Internasional

Jakarta, Rabu (01/04/2026) | Terobosan Standarisasi Dampak Pendidikan Berbasis Ziswaf

🌍 KOLABORASI GLOBAL:
🤝 Mitra Strategis: GREAT Edunesia Dompet Dhuafa & INCEIF University (Malaysia)
🎓 Fokus Riset: Dampak Sosio-Ekonomi Program Kewirausahaan Kampus Umar Usman
👥 Delegasi Internasional: Peneliti dari Singapura, Malaysia, Albania, Uzbekistan
📊 Metode: Mixed-Methods (Kuantitatif & Kualitatif)
🎯 Tujuan: Standarisasi Pengukuran Dampak Pendidikan Filantropi di Asia Tenggara

JAKARTA – Dalam langkah strategis untuk mentransformasi pendidikan berbasis filantropi menjadi lebih terukur dan berdampak nyata, GREAT Edunesia Dompet Dhuafa resmi menjalin kolaborasi riset internasional bersama INCEIF University (International Center for Education in Islamic Finance), Malaysia. Kunjungan delegasi universitas global keuangan Islam tersebut diterima dengan hangat di Sasana Budaya Rumah Kita, Gedung Philanthropy Dompet Dhuafa, Jakarta, pada Rabu, 1 April 2026. Agenda utama pertemuan ini adalah membahas standarisasi pengukuran dampak pendidikan terhadap kemandirian ekonomi umat.

Delegasi INCEIF University yang hadir terdiri dari para ahli lintas negara, meliputi Muhammad Ian Mirza (Singapura), Muhammad Sadiq Najwa dan Ahmad Azri (Malaysia), Artemisia Pjeshka (Albania), serta Muhammad Bakhtiyorov (Uzbekistan). Mereka diterima langsung oleh jajaran pimpinan GREAT Edunesia, termasuk Deputi Direktur Dompet Dhuafa Dian Mulyadi, Direktur Eksekutif 1 GREAT Edunesia Mulyadi Saputra, Managing Director Program, Riset dan Budaya Haryo Mojopahit, serta Direktur Kampus Bisnis Umar Usman Lily Zulaikha.

Dalam sambutannya, Dian Mulyadi menegaskan peran vital Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi Islam terdepan dalam mengelola dana Ziswaf (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf). Ia menekankan bahwa pengelolaan dana umat tidak hanya berhenti pada distribusi, tetapi harus menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan. "Pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan secara sistematis. Namun, kita butuh data empiris untuk membuktikan seberapa efektif program kita," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Mulyadi Saputra memaparkan visi GREAT Edunesia dalam mengembangkan model pendidikan transformatif. Lembaga ini tidak hanya mengejar keunggulan akademik, tetapi juga dampak sosial nyata bagi masyarakat prasejahtera, mulai dari sekolah formal hingga sekolah bisnis non-formal seperti Kampus Bisnis Umar Usman.

“Inti dari kerja sama ini adalah proyek riset bertajuk 'Measuring the Socioeconomic Impact of Kampus Umar Usman’s Entrepreneurship Program'. Kami ingin mengukur sejauh mana kurikulum kewirausahaan mampu mengubah perilaku ekonomi dan sosial para lulusannya secara nyata.”

— Fokus Utama Riset Kolaboratif

Kampus Bisnis Umar Usman dipilih sebagai objek riset utama karena model pembelajarannya yang unik dan revolusioner: 70 persen praktik lapangan dan 30 persen teori. Model pendidikan karakter "Pengusaha Beriman" ini diharapkan dapat melahirkan data empiris mengenai keberhasilannya dalam skala ekonomi mikro. Riset ini akan menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-methods), menggabungkan analisis kuantitatif terhadap data alumni dan wawasan kualitatif melalui wawancara mendalam.

Delegasi internasional dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan dan observasi langsung ke unit-unit bisnis milik alumni untuk memvalidasi temuan data di lapangan. Haryo Mojopahit menyatakan bahwa sinergi ini sangat penting bagi peningkatan kualitas program GREAT Edunesia. "Hasil riset ini nantinya akan menjadi rekomendasi penting dalam pengembangan kurikulum agar dampak sosial yang dihasilkan semakin terukur dan akurat," ungkapnya optimis.

Kerja sama bersejarah ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan institusi pendidikan antara Malaysia dan Indonesia, tetapi juga menghasilkan standar baru dalam mengukur efektivitas program pemberdayaan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam di kawasan Asia Tenggara. Langkah ini menjadi bukti bahwa filantropi Islam modern harus berbasis data, transparan, dan akuntabel.

🇮🇩 Dari Zakat untuk Peradaban: Pendidikan yang Terukur, Umat yang Mandiri

Kolaborasi ini adalah langkah nyata GREAT Edunesia Dompet Dhuafa dalam memastikan setiap rupiah dana Ziswaf memberikan dampak maksimal bagi kemandirian ekonomi umat.

Bersama Membangun Peradaban Melalui Pendidikan.

Sumber: GREAT Edunesia Dompet Dhuafa 
Redaksi Kaba Detik
Link Terkait: kabadetik.online
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar